Improve Your Knowledge

All the information you need

Bahan Aktif & Ingredients Skincare Yang Harus Diperhatikan

Written by magdalena olivia,

Updated 1 year ago

Source 1: https://www.loreal-paris.co.id/beauty-magazine/10-kandungan-skincare-yang-boleh-dipakai-bersamaan

10 KANDUNGAN SKINCARE YANG BOLEH DIPAKAI BERSAMAAN

Kandungan bahan aktif dalam produk-produk skincare bisa menjadi penentu hasil perawatan kulit Anda. Namun berbagai kandungan bahan aktif yang terkandung di dalam produk skincare bisa membuat Anda kewalahan, karena tak hanya harus memiliki yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit, Anda juga harus mengetahui kandungan skincare yang boleh dipakai bersamaan dan yang tidak. Untuk memastikan Anda mendapat hasil yang sesuai dan aman untuk kulit, Anda bisa pelajari informasi berikut ini.

 

Mengenal Bahan Aktif Skincare

Bahan aktif dirancang untuk mengatasi masalah khusus yang berkaitan dengan kulit, seperti kerusakan akibat sinar matahari, jerawat, dehidrasi, penuaan, hiperpigmentasi, dan sebagainya. Bahan aktif dalam produk-produk skincare merupakan elemen-elemen yang ditambahkan dalam jumlah yang berbeda berdasarkan jenis dan kebutuhan kulit.

Agar mendapat hasil perawatan kulit yang diinginkan, Anda sebaiknya menyisihkan waktu untuk lebih mengenal kandungan bahan aktif yang ada dalam produk skincare yang sering digunakan. Apalagi belakangan ini, ada banyak produk skincare dengan kandungan lebih dari satu bahan aktif yang hadir di pasaran. Penting bahwa semua produk dalam skincare routine bisa saling melengkapi sehingga Anda benar-benar dapat melihat hasilnya.

Mengenal kandungan skincare yang boleh dipakai bersamaan bisa memberi hasil lebih optimal dari perawatan kulit Anda. Sembarang me-layer bahkan mencampur produk skincare dengan bahan aktif yang berbeda bisa berpotensi membuat kulit iritasi bahkan meradang sehingga menyebabkan munculnya masalah di kulit wajah. Walau misalnya sama-sama cocok untuk jenis atau masalah kulit Anda, tapi untuk beberapa bahan aktif, pemakaiannya harus diatur.

Sepuluh Kandungan Skincare yang Boleh Dipakai Bersamaan:

Ada banyak sekali bahan aktif yang bisa Anda temukan di dalam produk skincare, dan masing-masing bahan aktif tersebut menangani masalah kulit yang berbeda. Untuk mendapat hasil yang maksimal, Anda harus teliti mengenai kandungan skincare yang boleh dipakai bersamaan. Sepuluh di antaranya adalah:

1. Niacinamide dan retinol

Perpaduan dua bahan aktif ini merupakan senjata perawatan anti-aging yang paling dipilih. Retinol yang merupakan turunan Vitamin A selama ini dikenal andal dalam perawatan anti-aging. Namun karena retinol berpotensi menimbulkan iritasi, maka sebaiknya pemakaiannya di-layer dengan produk lain yang lebih lembut ke kulit wajah, seperti niacinamide. Bahan aktif ini memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah skin barrier, sehingga dapat mengurangi potensi iritasi dari retinol.

2. Glycolic acid dan niacinamide

Kandungan skincare yang boleh dipakai bersamaan lainnya adalah glycolic acid dan niacinamide yang memberi berbagai manfaat. Paduan keduanya dapat membantu mencerahkan kulit wajah, mengatasi masalah jerawat, memperbaiki tekstur kulit, dan mengurangi tampilan pori-pori besar.

3. Vitamin C dan Vitamin E

Vitamin C dan E merupakan antioksidan yang melindungi kulit dari radikal bebas dan agresor lingkungan yang dapat merusak sel-sel kulit. Perpaduan kedua vitamin ini membuat Anda mendapat manfaat antioksidan dua kali lipat dibanding hanya menggunakan salah satunya. Paduan ini cocok digunakan pada pagi-siang hari karena dapat mendukung kerja sunscreen.

4. AHA dan BHA

Perpaduan kedua eksfolian ini dapat membantu eksfoliasi wajah secara optimal. Jika Anda memiliki masalah kulit kusam, bertekstur dan warna tidak merata, eksfoliasi teratur adalah solusinya. Eksfoliasi dengan bahan aktif AHA dan BHA akan membantu mengangkat sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit Anda, dan bisa digunakan oleh semua jenis kulit.

5. Niacinamide dan symwhite 377

Merupakan paduan kandungan skincare untuk mencerahkan wajah yang efektif. Niacinamide adalah turunan Vitamin B3 yang bermanfaat untuk membuat wajah lebih cerah, mengontrol minyak berlebih, dan membuat skin barrier lebih sehat. Sedangkan symwhite 377 adalah bahan aktif yang tergolong baru yang diklaim sangat efektif untuk mencerahkan kulit wajah. Jika dipakai bersamaan, kedua bisa saling melengkapi dan mengatasi hiperpigmentasi dengan lebih cepat.

6. Glycolic acid dan resveratrol

Kombinasi keduanya sangat efektif untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi, termasuk melasma. Dua kandungan skincare yang boleh dipakai bersamaan ini sama-sama bekerja menghambat pembentukan tyrosine, yaitu enzim yang penting dalam produksi melanin (zat pigmen di kulit dan rambut). Kedua bahan aktif ini bahkan sudah dibuat versi hibridanya, disebut dengan resveratryl triglycolate.

7. Salicylic acid dan niacinamide

Perpaduan dua bahan aktir yang cocok untuk jenis kulit berminyak dengan permasalahan pori-pori besar dan kulit bertekstur. Ini juga merupakan perpaduan kandungan skincare yang dapat menghilangkan bruntusan. Keduanya juga dapat membantu meredakan jerawat yang sedang meradang, kemerahan, dan mengontrol produksi minyak di kulit wajah.

8. Retinol dan hyaluronic acid

Jika Anda memiliki masalah kulit kering dan bertekstur, kombinasi dua bahan aktif ini adalah pilihan tepat. Hyaluronic acid disebut dapat meningkatkan permeabilitas retinol. Sehingga jika dipakai bersamaan atau di-layer, dapat membuat kulit menjadi lebih lembap dan terhidrasi dengan baik, sehingga kulit terasa halus dan lembut.

9. Vitamin C dan ferulic acid

Vitamin C dan ferulic acid merupakan kandungan skincare yang boleh dipakai bersamaan. Kandungan ferulic acid bisa membantu menjaga struktur kimia berbagai bentuk Vitamin C sehingga lebih efektif diserap oleh kulit. Kombinasi kedua bahan skincare ini juga diketahui dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar UV dan mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini.

10. Glycolic acid dan hyaluronic acid

Dua bahan aktif ini merupakan kandungan skincare untuk memperbaiki skin barrier yang sangat baik. Glycolic acid sebagai eksfolian yang lembut dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati tanpa merusak skin barrier, malah menjaga pH-nya agar tetap sedikit asam. Sedangkan hyaluronic acid membantu meregenerasi sel-sel lipid di skin barrier, sehingga fungsinya optimal dalam melindungi kulit.

Source 2: https://www.klikdokter.com/info-sehat/kulit/wajib-tahu-ini-kandungan-skincare-yang-tidak-boleh-dipakai-bersamaan

15 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

Produk perawatan kulit yang dijual offline dan online memang menggiurkan buat sebagian wanita.

Apalagi jika produk itu viral atau direkomendasikan beauty influencer kesayangan. Keinginan beli krim A, serum B, atau essence C makin bertambah!

Padahal sebenarnya, ada kandungan dalam skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Bukannya bikin kulit menjadi lebih baik, hasilnya justru dapat mengecewakan.

Karena itulah, penting bagi Anda untuk mengetahui mana saja kandungan skincare yang tidak boleh dicampur atau dipakai bersamaan. Adapun kombinasi terlarang yang dimaksud, yaitu:

1. Glycolic Acid dan Azelaic Acid
Pertama, glycolic acid tidak boleh dicampur dengan azelaic acid. Glycolic berfungsi untuk mengeksfoliasi dan meremajakan kulit, sedangkan azelaic bersifat antimikroba serta eksfoliasi.

Jika keduanya Anda kombinasikan, kulit akan mengelupas, terasa terbakar, dan sangat perih.

2. Glycolic Acid dan Salicylic Acid
Kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan berikutnya adalah glycolic acid dan salicylic acid. Kedua bahan ini bekerja dengan menghilangkan sel-sel kulit mati pada lapisan pertama kulit.

Namun, kedua bahan ini sebaiknya tidak digunakan bersamaan karena dapat menyebabkan iritasi.

3. Vitamin C dan Peptide
Vitamin C dan peptide merupakan kandungan dalam skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Mengapa peptide tidak boleh digabung dengan vitamin C?

Vitamin C dapat mencerahkan kulit. Vitamin tersebut akan teroksidasi dan berubah warna ketika berinteraksi dengan peptide. Alhasil, vitamin C tidak bisa memberikan manfaat secara maksimal.

4. Vitamin C dan Benzoyl Peroxide
Sama halnya seperti peptide, zat benzoyl peroxide mampu mengoksidasi vitamin C sehingga berubah warna dan tak bisa bekerja dengan baik.

Jika ingin tetap menggunakan dua zat tersebut, lebih baik gunakan secara bergantian alias berbeda hari.

5. Vitamin C dan Retinol
Kedua zat ini sebenarnya baru bisa bekerja pada kondisi pH yang berbeda.

Retinol dapat aktif pada kadar pH lebih tinggi alias basa. Sebaliknya, vitamin C hanya bisa bekerja di lingkungan dengan pH rendah atau asam. Saat dipakai bersama, keduanya tak mampu bekerja maksimal.

6. Vitamin C dan AHA/BHA
Vitamin C dan AHA/BHA juga merupakan kandungan dalam skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan.

Melapisi kulit wajah dengan AHA/BHA plus vitamin C justru tidak bisa membuat kulit Anda lebih cerah. Efek samping yang berpotensi terjadi jika keduanya digabungkan, yaitu iritasi kulit.

Gunakan dalam waktu yang berbeda saja. Misalnya, skincare vitamin C di pagi hari, sementara AHA/BHA untuk malam hari.

7. Vitamin C dan Niacinamide
Ya, lagi-lagi pantangan vitamin C. Vitamin yang mampu mencerahkan kulit ini akan berinteraksi secara negatif jika pemakaiannya digabungkan dengan niacinamide.

Selain menurunkan efektivitas masing-masing, warna kulit yang tidak merata justru terjadi.

8. Niacinamide dan AHA/BHA
Niacinamide dan AHA/BHA juga merupakan bahan dalam skincare yang tidak boleh dicampur.

Niacinamide yang bersifat asam sebaiknya tidak dikombinasikan dengan produk skincare yang sifatnya asam juga, termasuk AHA/BHA.

Hasil eksfoliasi yang diinginkan malah tidak terjadi secara sempurna dan kulit Anda bisa jadi teriritasi.

9. BHA dan Benzoyl Peroxide
Hati-hati, Anda juga tidak disarankan untuk menggunakan BHA dan benzoyl peroxide secara bersamaan.

Pasalnya, kombinasi kedua bahan tersebut malah memicu iritasi dan jerawat.

10. Retinol dan AHA/BHA
Kandungan lainnya dalam skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan adalah retinol dan AHA/BHA.

Memang, banyak masalah kulit yang dapat diatasi oleh retinol dan AHA/BHA. Mulai dari jerawat sampai kulit kusam, semuanya bisa diperbaiki.

Sayangnya, jika dikombinasikan, kulit Anda akan mengelupas berlebih, merah, dan perih karena iritasi.

11. Retinol dan Asam Salisilat
Asam salisilat terkenal dengan kemampuannya dalam mengatasi jerawat. Sementara retinol, yang merupakan turunan vitamin A, mampu melakukan banyak fungsi, termasuk mengurangi tanda-tanda penuaan dini.

Jika pelapisannya digabungkan, kulit Anda akan sangat kering dan mengelupas. Bahkan, tak menutup kemungkinan jerawat Anda bisa semakin banyak.

12. Retinol dan Benzoyl Peroxide
Kedua zat ini bisa mengobati jerawat, tapi penggunaannya tidak boleh dicampur.

Sebab, kulit pemakainya akan sangat kering, merah, dan mengelupas. Khasiatnya justru tidak didapatkan. Jika ingin menggunakannya, lebih baik atur pada waktu yang berbeda.

13. Water-Based dan Oil-Based
Air dan minyak tidak bisa menyatu. Ketika Anda menggunakan produk dengan formula berbeda, si minyak justru akan menahan dan menghalangi formula air.

Alhasil, skincare water-based tidak terserap ke kulit Anda. Jadi percuma, bukan?

14. Sunscreen dan Make Up
Sunscreen harus dipakai setiap hari dan diaplikasikan ulang setiap dua jam apabila berada di luar ruangan. Namun, sebaiknya jangan dipakai bersamaan dengan make up.

Sebaiknya lapisi sunscreen terlebih dahulu dan biarkan menyerap sempurna, baru berikan make up.

15. Mencampurkan Bahan Aktif yang Sama
Segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik. Jika Anda menggunakan lebih dari satu produk dengan bahan aktif yang sama karena ingin memaksimalkan potensinya, efek sebaliknya yang didapat. Iritasi kulit akan mengintai penggunanya.

Dunia perawatan kulit wajah memang cukup kompleks. Hal itu terbukti dari banyaknya kandungan dalam skincare yang tidak boleh dicampur atau dipakai bersamaan.

Source 3: https://rs-jih.co.id/rsjih/article-detail/kandungan-skincare-yang-sebaiknya-dihindari-bumil-and-busui/ajljU2duRVhBTEJqVEEvL3lpMVBvZz09

Kandungan Skincare Yang Sebaiknya Dihindari Bumil & Busui

Masalah kulit seperti jerawat, flek hitam, dan kulit kusam rentan dialami oleh Ibu hamil dan juga Ibu menyusui. Nah biasanya mereka akan menggunakan beragam skincare untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh dipakai Bumil dan Busui, karena beresiko pada pertumbuhan janin, Yuk simak penjelasannya.

– BHA atau asam salisilat biasanya digunakan untuk mengobati jerawat dan komedo. Asam salisilat sebaiknya tidak digunakan selama masa kehamilan karena bersifat racun bagi janin.
– Paraben digunakan sebagai pengawet untuk mencegah amur dan bakteri pada kosmetik. Hal ini lebih baik dihindari karena dapat mengganggu hormone kesuburan pada wanita dan meningkatkan resiko kanker.
– Retinol dipercaya efektif mengatasi tanda penuaan dan flek hitam, penggunaan zat aktif ini dapat terserap aliran darah dan masuk ke plasenta yang dapat menyebabkan bayi lahir cacat.
– Hydroquinon berfungsi mencerahkan kulit sekaligus melawan melasma/pigmentasi kulit. Hydroquinone termasuk bahan kimia topical dengan daya serap cukup tinggi sehingga tidak aman bagi bumil dan busui
– Chemical sunscreen adalah tabir surya yang bekerja dibawah permukaan kulit. Tabir surya ini mengandung oxybenzole/avobenzone yang dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangan sistem syaraf bayi.

Kandungan skincare yang tidak boleh untuk bumil berlaku juga untuk busui, hal ini dikarenakan bahan skincare dapat mencemari kualitas ASI bagi Busui. Jika Bumil dan Busui tetap ingin melakukan perawatan kulit pastikan skincare yang digunakan aman dan tidak ada kandungan bahan kimia seperti di atas.

Source 4: https://www.um-surabaya.ac.id/article/bolehkah-ibu-hamil-dan-menyusui-memakai-skincare-ini-kata-dosen-fk-um-surabaya

Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Memakai Skincare? Ini Kata Dosen FK UM Surabaya

Perubahan kulit saat hamil dan menyusui tergolong normal dan bisa hilang seiring berjalannya waktu, tetapi tak sedikit wanita merasa kurang percaya diri dengan tampilan baru kulit mereka.

Sebagian besar kandungan skincare aman untuk ibu hamil dan menyusui karena produk skincare tidak mudah terserap ke dalam aliran darah, sehingga tidak mengganggu kehamilan dan proses menyusui.

Neny Triastuti Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya menyebut, produk skincare yang tergolong aman adalah produk yang formulanya tidak terserap sampai ke lapisan kulit terdalam untuk meminimalisir risiko pada janin. Ia menegaskan seseorang harus berhati-hati mengaplikasikan skincare terutama di area yang terjangkau bayi seperti bagian leher dan dada.

“Jangan sampai kandungan skincare yang diaplikasikan di area tersebut terkena kulit atau mulut bayi pada saat para ibu sedang menggendong dan menyusui bayinya,”ujar Neny Kamis (1/2/24)

Menurutnya, tidak ada larangan pemakaian skincare pada ibu hamil dan menyusui, tetapi ada beberapa komposisi skincare yang wajib dihindari oleh ibu hamil dan menyusui karena dapat menimbulkan risiko kelahiran cacat.

Dalam penjelasannya Neny menjelaskan beberapa jenis kandungan skincare yang tidak boleh digunkan ibu hamil dan menyusui. Berikut ini daftar kandungan skincare yang tidak boleh dipakai oleh ibu hamil dan menyusui.

Pertama retinol. Retinol merupakan senyawa turunan vitamin A. Saat ini sudah banyak skincare yang memasukkan bahan retinol ke dalam produk mereka, karena manfaatnya untuk mencerahkan kulit, mempercepat regenerasi kulit, mengontrol pertumbuhan jerawat, merangsang pertumbuhan kolagen, dan menunda tanda-tanda penuaan.

“Namun, wanita yang masih dalam masa-masa kehamilan serta menyusui sebaiknya hentikan dulu penggunaan retinol. Sebab, retinol bekerja hingga ke jaringan kulit terdalam demi mengurangi risiko gangguan kesehatan pada bayi,”ujar Neny yang juga Dokter Spesialis Kecantikan.

Kedua, salicylic acid. Senyawa kimia ini sudah terkenal akan kegunaannya yang dapat menekan produksi sebum, mengurangi jerawat, merontokkan komedo, menghaluskan kulit, dan mencerahkan wajah. Banyaknya manfaat pada salicylic acid membuat senyawa satu ini jadi primadona dan banyak digunakan di berbagai produk skincare, biasanya dalam bentuk serum, toner, atau sabun muka. Namun formula satu ini tidak dianjurkan para ahli untuk ibu hamil dan menyusui.

Ketiga, hydroquinone. Biasanya hydroquinone digunakan untuk mengatasi kulit yang mengalami hiperpigmentasi, sehingga kulit akan cerah seketika. Meski manfaatnya terlihat menggiurkan, tetapi hydroquinone tidak boleh sembarangan dipakai apalagi oleh ibu hamil dan menyusui. Hydroquinone dapat terserap sampai jaringan kulit terdalam karena cara kerjanya dengan menekan produksi enzim yang dapat menggelapkan kulit (melanin).

Selain ketiga bahan di atas, ibu hamil dan menyusui juga wajib menghindari pemakaian minoxidil yang biasanya ada di serum pertumbuhan rambut serta tretinoin yang kerap digunakan untuk mengobati jerawat

Ia menjelaskan, tidak ada larangan pemakaian skincare pada ibu hamil dan menyusui. Tetapi, para wanita yang sedang hamil dan menyusui juga wajib membatasi beberapa produk skincare karena dapat meningkatkan risiko cacat pada janin.

“Maka dari itu, para ibu yang ingin tetap menggunakan skincare di masa kehamilan, sebaiknya melakukan konsultasi pada dokter ahli agar mendapat treatment terbaik dan terhindar dari risiko berbahaya bagi ibu dan janin,”pungkasnya.

Did this answer your question?